Kamis, 17 Maret 2016

Di Caci Lalu Mendapat Pahala

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Di Caci Lalu Mendapat Pahala

Di Caci Lalu Mendapat Pahala


Menghina orang adalah sebuah perbuatan tercela, dan Allah tidak menyukai hal tersebut. Karena biasanya, orang yang suka menghina dan mencaci maki orang lain adalah mereka yang bersikap sombong.
Selain itu, menghina adalah perbuatan yang dapat menyakiti hati orang lain. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang menyakiti orang lain, terlebih adalah orang yang menyakiti seorang muslim
Rasulullah SAW bersabda,
Mencaci orang Islam (Muslim) adalah perbuatan fasiq dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.” [HR. Muslim]
Namun sekarang ini banyak orang saling menghina satu sama lain, padahal hal tersebut adalah perbuatan dosa. Dan dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka.
Sebaiknya, orang yang mendapat hinaan atau cacian tidak melakukan balasan mencela orang yang menghina dirinya itu. Karena, saat ada orang yang menghina kita justru kita akan mendapatkan pahala.
Untuk itu, kita tidak boleh bersedih apabila ada seseorang yang dengan sengaja menghina dan merendahkan kita. Karena, sebenarnya orang tersebut sedang memberikan hadiah kepada kita, yaitu:
1. Ia sedang memberikan kebaikannya (pahalanya) kepada kita.
2. Allah menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita dapatkan.
Dengan kata lain, apabila kita sedang dihina atau direndahkan orang lain, maka Allah akan memberikan kita pahala apabila kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata: “Jika aku boleh berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak aku ghibahi. Karena hanya mereka berdua yang paling berhak aku serahi kebaikanku”.
Salah seorang salaf juga berkata: Apabila sampai kepadamu perkataan dari saudaramu (berupa celaan) yang menyakitimu, maka janganlah engkau risau. Seandainya perkataan itu benar, maka itu adalah hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Dan seandainya perkataan itu tidak benar, maka itu akan menjadi pahala bagimu tanpa harus berbuat baik.”
Sedangkan bagi orang yang menghina tersebut, maka Allah sudah menyiapkan neraka dan siksa baginya. Karena mencela adalah sebuah perbuatan yang dzalim, Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [QS. Al-Hujarat ayat 11]
Dan orang yang mencela itu adalah orang yang sedang memikul kebohongan dan dosa yang sangat besar, Allah telah menegaskannya:
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” [QS. Al-Ahzab ayat 58]
Allah tidak menyukainya dan mereka yang berbuat demikian akan mendapatkan dosa yang begitu besar. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah



Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidur Seharian Saat Puasa, Adakah Pahalanya ?

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Tidur Seharian Saat Puasa, Adakah Pahalanya ?

Tidur Seharian Saat Puasa, Adakah Pahalanya ?


Orang bilang, puasa itu menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Menahan diri ini sepertinya lebih terasa di saat yang bersangkutan tengah berjaga dibandingkan sambil tidur. Apa betul demikian? Apakah menahan diri sambil tidur itu masih bisa disebut menahan diri?
Kalau dihitung-hitung seperti itu, maka Allah memiliki perhitungan yang lebih luas dengan penuh rahmatnya. Allah tetap memberikan pahala bagi orang puasa sambil tidur. Syekh Romli dalamNihayatul Muhtaj mengatakan,
و لا يضر النوم المستغرق للنهار على الصحيح لبقاء أهلية الخطاب معه إذ النائم يتنبه إذا نبه،ولهذا يجب قضاء الصلاة الفائتة بالنوم دون الفائتة بالإغماء
Menurut pendapat yang shahih, tidur yang mengabiskan waktu sehari penuh itu tidak masalah secara syara’ karena ia tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’. Lagi pula orang tidur itu akan terjaga bila dibangunkan. Karenanya, ia wajib mengqadha’ sembahyang yang luput sebab tidur, bukan luput sebab pingsan.
Menerangkan komentar gurunya, Syekh Ali Syibromalisi mengatakan dalam Hasyiyahnya alan Nihayah,
لبقاء أهلية الخطاب معه أي ويثاب على صيامه للعلة المذكورة
Redaksi “tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’”, maksudnya yang bersangkutan tetap diberikan pahala karena puasanya berdasarkan illat hukum yang sudah tersebut itu.
Namun tetap saja kita tidak boleh menyalahgunakan rahmat Allah yang luas itu, lalu memilih tidur seharian. Masih lebih baik kalau kita menghidupkan siang hari itu dengan baca Al-Quran, mengaji, dzikiran, sedekah, atau aktivitas yang disunahkan lainnya.
Di samping itu, kita juga masih memiliki kewajiban lain selama puasa, yakni menjalani aktivitas keseharian kita sebagaimana biasa. Petani berangkat ke sawah. Pegawai menuju kantor. Pelajar menuju sekolah. Pedagang menuju pasar. Puasa bukan alasan untuk tidur atau menurunkan tensi aktivitas harian. Pasalnya kita hidup bukan sekadar untuk pahala. Itu sudah urusan Allah. Tetapi kita juga memiliki kewajiban-kewajiban di luar puasa.

Namun demikian tidur masih lebih baik daripada terjaga lalu melakukan aktivitas yang benar-benar dapat membatalkan pahala puasa seperti dusta, ghibah, menghasut, menyudutkan orang atau kelompok lain. Atau pilihannya kita mengunci mulut saat berpuasa sambil melakukan kewajiban harian daripada tidur atau menjelek-jelekkan pihak lain. Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Amalan Sederhana Yang Berpahala Besar

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Amalan Sederhana Yang Berpahala Besar

Amalan Sederhana Yang Berpahala Besar

Semakin hari, aktivitas dan pekerjaan yang kita lakukan sebagai manusia juga semakin banyak. Hal tersebut mengurangi waktu ibadah kita kepada Allah SWT. Bahkan kita hanya memiliki waktu terbatas untuk melaksanakan ibadah wajib seperti salat lima waktu. Untuk itu, kita perlu melakukan beberapa hal yang dapat menambah amal baik kita. Berikut ini ada beberapa amalan yang kita anggap sederhana tetapi ternyata dapat memberikan pahala besar bagi yang melakukannya:
1.       Mendoakan orang lain
Dengan mendoakan orang lain, kita akan menerima pahala kebaikan dari setiap orang yang kita doakan. Maka dari itu kita dianjurkan mendoakan orang lain dalam hal kebaikan.
2.       Dzikir
Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Aku membaca subhaanallah walhamdulillah walaailaaha illallahu wallahu akbar (maha suci Allah, segala  puji bagi Allah, tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah dan Allah Maha Besar). Bacaan tersebut lebih aku sukai dari mendapat kekayaan sebanyak apa yang berada di bawah sinar matahari.” (HR.Muslim)
Dengan membaca dzikir, kita dapat memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT meskipun hal tersebut terkesan ringan dilakukan.
3.       Menjenguk orang sakit

Ada banyak sekali manfaat yang kita peroleh dengan menjenguk orang sakit. Selain hal itu adalah kewajiban bagi sesama, kita dapat memperoleh pahala yang berlipat. Selain itu, kita dapat mempererat tali silaturahmi sambil terus mengingat Allah.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Perbuatan Ini Dapat Menghapus Pahala Kita

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Perbuatan Ini Dapat Menghapus Pahala Kita

Perbuatan Ini Dapat Menghapus Pahala Kita

Perbuatan selama kita hiduplah yang nanti memutuskan kita layak di surge atau neraka. Dengan begitu, kita harus bisa mengetahui perbuatan mana saja yang dapat mempengaruhi amal baik kita. Berikut ini adalah beberapa hal yang ternyata dapat mengapus pahala-pahala kita. Perbuatan-perbuatan tersebut antara lain:
·         Hasad
Hasad dapat juga diartikan sebagai iri atau dengki dalam bahasa Indonesia. Mereka yang merasa senang saat mengatahui orang lain dalam kesusahan berarti memiliki rasa hasad di dalam dirinya.
·         Gadhab
Gadhab atau mudah merasa marah juga dapat menghapus pahala kita. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk dapat mengendalikan amarah.
·         Ghibah
Kegiatan menggunjing atau bergosip sudah dianggap hal biasa oleh masyarakat akhir-akhir ini. perbuatan inilah yang sebenarnya berbahaya karena dapat memicu timbulnya fitnah di masyarakat.
·         Takabbur
Allah sangat membenci orang yang takabbur atau sombong. Sifat ini adalah sifat yang dimiliki iblis.
Semoga artikel ini dapat membantu kita menghindari hal-hal di atas agar pahala yang telah kita peroleh tidak terbuang sia-sia.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Hadist Pahala Pekerjaan Di Tentukan Niatnya

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Hadist Pahala Pekerjaan Di Tentukan Niatnya

Hadist Pahala Pekerjaan Di Tentukan Niatnya

Pahala Pekerjaan Ditentukan Niatnya

Amirun Mukminin Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda.
“Sesunggguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan.”
(Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abdul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairy An-Naisaburi, di dalam kedua kitab tershahih di antara semua kitab hadits).


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!